• "Kalau masih ujian bersama, berarti masih ada penyeragaman. Apa bedanya dengan KBK?" (Drs. Dadang Iskandar, M.Pd, Dekan FKIP Unpas, tentang penyelenggaraan ujian semester bersama di beberapa SMA di Bandung. Hal ini disampaikannya pada pembukaan lokakarya Kurikulum PS PPKN di Unpas, Bandung, Sabtu 6 Januari 2007. Seharusnya, bila sekolah sudah menerapkan KTSP, ujian bersama seperti itu tidak diperlukan lagi sebab yang berhak memberikan penilaian adalah guru yang bersangkutan. Selain itu, pelaksanaan KTSP disesuaikan dengan kemampuan dan potensi sekolah masing-masing, sehingga tidak perlu lagi ada ujian bersama).

Sumber: www.pikiran-rakyat.com, Senin, 8 Januari 2007.

  • "Karena itu amanah konstitusi, bila ada uang, itu pasti dilaksanakan." (Suyanto, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, tentang komitmen pemerintah untuk mencapai anggaran pendidikan 20% dari total APBN, sehubungan dengan gugatan yang diajukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diwakili ketuanya Prof. Muhammad Surya, dan sejumlah orang tua murid ke Mahkamah Konstitusi, Senin 8 Januari 2007. Dalam persidangan itu Surya mengajukan uji materil UU No 18 Tahun 2006 tentang APBN 2007. Pengajuan itu didasari masih minimnya anggaran pendidikan pada UU No. 18 Tahun 2006 tentang APBN 2007. Alokasi belanja pendidikan hanya Rp 90,1 triliun dari total belanja negara Rp 763,6 triliun atau hanya 11,8%.)

Sumber: www.mediaindo.co.id, Senin, 8 Januari 2007.

  • “Sesungguhnya, tidak ada persoalan dengan minat baca masyarakat. Berdasarkan penelitian kami di empat kabupaten, yaitu Bogor, Bandung, Subang dan Kuningan, minat baca mereka sebetuknya sudah ada. Yang selanjutnya jadi persoalan, adalah keterbatasan fasilitas hingga bahan-bahan bacaan.” (Kepala Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Jabar Dedi Junaedi, tentang peningkatan alokasi pengadaan perpustakaan desa di Jawa Barat. Tahun ini, besaran dana dekonsentrasi untuk pengembangan perpustakaan desa Rp 17,2 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dari dana APBD Jabar 2007 sebesar Rp 11,5 miliar untuk keperluan serupa).

Sumber: www.kompas.com, 2 Januari 2007

  • ”Saat ini, paling-paling tinggal Kota Bogor yang belum. Soalnya, merekalah yang terakhir kali mendapatkan dokumen kuota. Mudah-mudahan, dalam dua minggu ke depan ini seluruh daerah sudah bisa masuk. Semakin cepat, makin baik. Kita jadi siap mengamankan seandainya PP (tentang Guru) seketika disahkan.” (Asep Hilman, Penanggung jawab program sertifikasi guru Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, mengenai proses seleksi terhadap calon guru yang berhak mengikuti ujian sertifikasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat per Januari 2007. Jumlah total calon yang akan diajukan adalah sebanyak 2.044, sesuai kuota per akhir 2006).

Sumber: www.kompas.com, 3 Januari 2007

 

 

 

 

Arsip Edu Dispatch

 

home | about us | about school | facility | news | articles | edu dispatch | gallery | link | guest book | contact us

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

©2003 yayasan lazuardi hayati