|
SISTEM
PENDIDIKAN FINLANDIA
"Saya kira tidak ada siswa pintar dan siswa bodoh.Yang ada
adalah siswa yang belajar dengan cepat dan siswa yang agak
lambat."
SAMPSA VUORIA, guru di Torpparinmaki Comprehensive School,
Finlandia
Ada yang membaca Kompas edisi Senin 12 November
2007,khususnya halaman 38? Di halaman itu ada separo halaman
berisi berita yang sangat menarik mencengangkan. Nah, jika Anda
melewatkan sebuah berita tentang pendidikan dengan judul
"Belajar dari Sistem Pendidikan Finlandia", Anda boleh merasa
sayang.Berita tersebut sungguh mencengangkan saya. Meskipun kita
pernah mendengar bahwa Finlandia adalah sebuah negara yang
sistem pendidikannya paling unggul di seluruh dunia, namun
berita yang ingin saya ringkaskan ini tetap menarik untuk kita
camkan.
Selengkapnya...
Kebijakan
Pendidikan
Belajar Bijak dari Kasus UN
Silang pendapat tentang ujian nasional atau UN, yang sudah
berlangsung tahunan, akhirnya diputus oleh Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat dalam sidang perkara gugatan warga negara
(citizen lawsuit) yang diajukan oleh 58 anggota masyarakat
yang mewakili siswa, orangtua siswa, guru, dan para pemerhati
pendidikan. Gugatan yang diajukan sejak hampir setahun yang
lalu itu sebagian besar dikabulkan oleh majelis hakim.
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak
eksepsi para tergugat, yang terdiri atas Presiden Republik
Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan
Nasional, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Selengkapnya...
Model pembelajaran
Membunuh Pendidikan
Belakangan ini muncul beragam kritik terhadap praktik
pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah proses
pembelajaran yang berlangsung hanya sekadar mengejar target
pencapaian kurikulum. Hal ini telah berlangsung lama dan
menjadi proses yang membunuh pendidikan.
Fenomena ini menjadi topik diskusi aktual dalam rangkaian
peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini untuk mengingatkan
pendidikan di Indonesia dibayang-bayangi perapuhan nilai.
Selengkapnya...
Gugat-Menggugat
Dalam Pendidikan
Kekalahan pemerintah atas gugatan warga (citizen law suit)
terkait Ujian Nasional 2006 (Kompas, 22/5/2007) pasti akan
diikuti proses hukum lain sehingga menjadi gugat-menggugat.
Proses gugat-menggugat itu biarlah berjalan sesuai aturan. Namun,
ada dua pertanyaan amat mendesak yang harus dijawab. Benarkah
ujian nasional (UN) melanggar hak asasi? Apakah gugat-menggugat
dapat mendukung tercapainya Millennium Development Goals (MDGs)
2015?
Selengkapnya...
Pembelokan Isu
Terkait UN Mulai Terjadi
Guru Pelapor Kecurangan Diminta Mengundurkan Diri
Perjuangan para guru yang masih memiliki hati nurani sebagai
pendidik terkait kecurangan pelaksanaan ujian nasional atau UN
lalu terus di-"goyang". Kini ada indikasi pembelokan isu lewat
tudingan pencemaran nama baik terhadap mereka yang bersuara
keras untuk membongkar kebobrokan UN.
Di
Medan, para pendidik yang tergabung dalam Komunitas Air Mata
Guru—kelompok guru yang pertama kali mengungkapkan adanya
kecurangan terstruktur dalam pelaksanaan UN 2007 di daerah ini—mulai
merasakan hal itu. Mereka yang berjuang demi "bersih"-nya
pendidikan di Sumatera Utara, kini mulai diposisikan seperti
pesakitan dan dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah.
Beberapa guru bahkan diminta istirahat mengajar.
Selengkapnya...
Pengamalan Ilmu
Pengetahuan
Ada artikel di harian Kompas (8/12/2006) berjudul "Ibadah Ilmu",
buah pikiran Sulistyowati Irianto, yang begitu mengingatkan
hingga tidak pantas jika tidak ditanggapi. Dia menyayangkan
mengapa ilmuwan "terlalu diam" dengan dalih "obyektivitas" dan
"netralitas" dan lalu mengajaknya untuk melibatkan diri dalam
masalah kemanusiaan untuk mampu membuat ilmu menjadi suatu
ibadah dalam rangka perumusan jawaban yang diperlukan.
Selengkapnya...
Arsip Artikel
|