Sejarah Ringkas
Visi
Misi
Target Pendidikan

Sejarah Ringkas

Sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Lazuardi Hayati dimulai dengan pendirian TK Islam Kanita pada tahun 1994 di Cinere oleh Ibu Lubna Assagaf. Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1995, menyusul berdiri Pra-TK. Dengan bermodalkan semangat tinggi, TK yang semula hanya memiliki sekitar 20 (dua puluh) orang siswa dan menempati dua ruangan rumah Ibu Lubna sebagai ruang belajarnya, terus mengalami perkembangan. Jumlah siswa kian bertambah sehingga pada tahun 2000 Pra-TK/TK Islam Kanita menempati gedung baru yang dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai, bersama SD Islam Lazuardi yang baru didirikan. Belakangan, nama Pra-TK/TK dan TK disesuaikan menjadi Pra-TK/TK Islam Lazuardi Kanita.

Istilah Kanita berasal dari bahasa Arab qanita yang berarti perempuan yang menjaga diri dan taat beribadah. Penamaan ini dilatarbelakangi oleh semangat seorang muslimah yang, bergabung bersama muslimah lainnya, untuk turut berpartisipasi di dalam memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak usia dini sebagai salah satu bentuk ketaatannya kepada Sang Pencipta. Dengan semangat yang sama diharapkan Kanita mampu memberikan pendidikan dan pengalaman menyenangkan penuh dengan kasih sayang bagi anak-anak. Sedangkan nama Lazuardi berasal dari kata bahasa Arab lazward yang merupakan bentukan dari sebuah kata Latin, lapis (berarti batu), dan bahasa Arab azraq (biru) –yang di dalam bahasa Latin berubah menjadi azure. Dengan demikian, kata, “lazuardi” berarti batu (permata) berwarna biru. Sedangkan “lazuardi hayati” berarti “batu permata hidupku” yang dalam hal ini, bermakna “anak-anak kesayanganku”.

Yayasan Lazuardi Hayati, yang menaungi Pra-TK & TK Islam Lazuardi Kanita, serta SD Islam Lazuardi, didukung oleh suatu Badan Pendiri yang beranggotakan (menurut abjad):

Bp. S. Abdurrahman Mulahela
Bp. Alwi Shihab
BP. Haidar Bagir
Ibu Lubna Assagaf
Bp. Nizar Shihab

Sedangkan Badan Pengurus diketuai oleh Bpk. Haidar Bagir, dibantu oleh Bapak Nizar Shihab sebagai Sekretaris, Bpk. S. Abdurrahman Mulahela sebagai Bendahara, dan Ibu Lubna Assagaf sebagai Kepala Bidang Pendidikan merangkap Direktur Sekolah. (ke atas)


Visi

Masa depan yang di dalamnya anak-anak kita akan hidup, kami bayangkan akan memiliki berbagai ciri:

  1. Persaingan yang ketat;  
  2. Pergaulan global yang makin intens;
  3. Perubahan-perubahan yang amat cepat di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang, pada gilirannya, akan membawa perubahan-perubahan yang amat cepat pula di berbagai bidang kehidupan beserta segala permasalahannya;
  4. Tantangan terhadap, sekaligus kebutuhan kepada kehidupan keberagamaan yang lebih bermoral (berakhlak). (ke atas)

Misi

Bersama-sama dengan sekolah-sekolah Islam yang lain, berupaya meningkatkan kualitas kaum Muslimin di Indonesia dengan menawarkan sebuah alternatif pendidikan dasar di Indonesia, demi melahirkan manusia Indonesia yang:  

1. Mencintai ilmu;
2. Terampil dalam mengembangkan ilmunya;
3. Kreatif;
4. Percaya diri dan komunikatif;
5. Memiliki keprihatinan-sosial dan cinta lingkungan;
6. Berkepribadian dan berakhlak mulia.
(ke atas)


Target Pendidikan

Setelah menjalani pendidikan di sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Lazuardi Hayati, siswa ditargetkan memiliki sikap dan perilaku sebagai berikut:

  1. Beriman dan memiliki dorongan kuat untuk beramal-saleh, baik secara individual maupun sosial.
  2. Berakhlak terpuji. Yakni, memiliki kecerdasan emosional, sosial, moral, dan spiritual, memiliki Adversity Quotient (keuletan, kesabaran, dan ketabahan) yang tinggi, serta cinta lingkungan-hidup.
  3. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi pilihan spesialisasinya;
  4. Cinta dan terampil dalam belajar dan pengembangan ilmu.
  5. Kreatif, inovatif, komunikatif, dan penuh percaya diri (self-confident)
 

 

©2003 yayasan lazuardi hayati