Kindergarten

Elementary School

Junior High School

Senior High School

Kurikulum
Cambridge International Primary Program (CIPP)
Proses Belajar Mengajar
Program Dwi Bahasa
Ekstrakurikular
Club
Junior Achievement
Karyawisata
Waktu Sekolah
Pekerjaan Rumah
Penghargaan

Kurikulum

Pra-TK/TK, SD, SMP dan SMA Islam Lazuardi Global Islamic School mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dimodifikasi dengan menambahkan muatan agama maupun muatan internasional, dalam hal ini Cambridge International Primary Program (CIPP).

Selain menerapkan metoda-metoda mutakhir di bidang pendidikan, SD Islam Lazuardi akan menerapkan pula pendekatan remedial untuk membantu siswa yang tertinggal.

Kelas diatur sedemikian rupa sehingga tidak memiliki arah “depan” kemana seluruh murid setiap saat harus menghadap. Arah “depan” bisa berputar sesuai dengan kebutuhan. Dengan kata lain, guru bisa berada di semua bagian kelas, agar dapat melayani semua murid dengan merata. Dengan demikian, proses belajar-mengajar di SD Islam Lazuardi lebih berorientasi siswa ketimbang berorientasi guru.

Meja, kursi, dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak sulit bagi murid untuk memutar arah jika diperlukan.

Musik akan digunakan selama waktu belajar dan bermain untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Kegiatan Belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Lazuardi Hayati lebih menekankan pada proses, bukan penjejalan materi. Pengayaan materi, kecuali untuk konsep-konsep dan prinsip-prinsip umum yang relevan untuk kehidupan siswa baik pada masa sekarang maupun ketika mereka dewasa nantinya, diharapkan akan dilakukan oleh siswa – dengan bantuan guru–ketika siswa sudah tertarik untuk mengembangkan ilmunya sendiri dan tahu cara-cara serta menguasai sarana-sarana pengembangan ilmunya.  (ke atas)

 


Cambridge International Primary Program (CIPP)

Cambridge International Primary Programme (CIPP) adalah suatu program internasional dibawah naungan University of Cambridge International Examinations (CIE), United Kingdom. CIE merupakan lembaga terbesar di dunia yang menawarkan kualifikasi dan program internasional seperti GCE A Level, IGCSE, GCE O Level, dan CIPP.

Program CIPP memberikan kerangka kurikulum dasar yang meliputi 3 bidang studi utama yaitu, Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan kurikulum dan menyelenggarakan tes yang bersifat internasional untuk mengukur keberhasilan penerapannya.

Program ini merupakan landasan untuk menuju jenjang pendidikan internasional di level SMP dan SMA dalam bentuk Cambridge Lower Secondary Programme, IGCSE (International General Certificate of Secondary Education), GCE O Level (General Certificate of Education at Ordinary Level), dan GCE A Level (General Certificate of Education at Advanced Level).

Sebagaimana sertifikat-sertifikat internasional lainnya seperti Scholastic Aptitute Test (SAT), sertifikat A Level diakui sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi, bukan hanya di Eropa, melainkan di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat dan negara-negara lain di Asia. Bahkan di Indonesia, selain telah diuji-cobakan oleh Depdiknas di beberapa SMA Negeri unggulan, juga telah diadopsi oleh beberapa SMA internasional dan lokal unggulan. Sertifikat ini diakui sebagai syarat masuk ke beberapa perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Trisakti, Atmajaya, Universitas Pelita Harapan, dan President University.

Penerapan CIPP di Lazuardi pada awalnya akan dimulai di kelas 1 SD tahun ajaran 2007/2008. Namun, berdasarkan beberapa masukan dari orang tua dan pertimbangan oleh sekolah, maka CIPP juga akan di terapkan di kelas 2 SD tahun ajaran 2007/2008. Sebagai tahap pengembangannya pada tahun ajaran 2008/2009, CIPP akan diterapkan secara intensif di kelas 1, 2, dan 3 SD dan mulai diperkenalkan di kelas 4, 5, dan 6. Penerapan program ini akan dilakukan secara paralel dengan penerapan kurikulum Diknas Plus yang selama ini telah diterapkan--dan tidak akan mengganggu pelaksanan kurikulum Lazuardi selama ini, sehingga siswa dapat meraih baik Ijazah Ujian Nasional (UN) maupun mampu menunjukkan prestasi belajar melalui Progression dan Achievement Test CIPP. Progression Test bisa di ikuti oleh siswa Lazuardi dari kelas berapa pun—meskipun di kelas mereka belum menggunakan CIPP—dan merupakan pilihan bagi orang tua sehingga biaya penyelenggaraannya akan dibebankan kepada orang tua.

Nilai dari Achievement Test CIPP sangat berguna untuk melanjutkan ke jenjang studi di Secondary Level berkualifikasi IGCSE, dan/atau GCE O Level. Ini berarti lulusan Lazuardi siap mengikuti program sertifikasi masuk ke Universitas di berbagai belahan dunia. Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan penerapan CIPP adalah: siswa Lazuardi memiliki kompetensi di tiga bidang studi (Bahasa Inggris, Matematika dan Sains) dalam kurikulum internasional; memantapkan program bilingual yang tengah berlangsung di Lazuardi dan memfokuskan Lazuardi sebagai sekolah berwawasan internasional.

Program CIPP ini juga telah diadopsi oleh beberapa SD dan SMP swasta internasional dan lokal di Indonesia termasuk Singapore International School, ACG (New Zealand International School), Sevilla, Universal, Central, dan Taman Rama (Bali)  dan Global Mandiri.

Karena CIPP memberlakukan persyaratan dan standar yang ketat, maka kualitas pendidikan dan pengajaran yang berlangsung—tidak hanya di kelas 1 dan 2 SD tahun pelajaran 2007/2008, tapi di semua kelas Lazuardi GIS—akan mengikuti standar Cambridge. Untuk itu, pihak University of Cambridge International Examinations akan melakukan supervisi secara berkala di Lazuardi GIS.

Bagi orang tua yang ingin bertanya dan mengetahui informasi tentang CIPP, silahkan menghubungi pusat Informasi sekolah atau divisi International Programme Lazuardi. Informasi juga bisa di lihat di website Lazuardi GIS. (ke atas)


Proses Belajar dan Mengajar

Proses belajar dan mengajar yang diterapkan adalah :

  • Memberi peluang sebesar-besarnya bagi siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan yang perlu diketahuinya. Kegiatan belajar mengajar berorientasi pada proses (active learning). Hasil pembelajaran yang baik dipercayai akan merupakan hasil-alami dari suatu proses pembelajaran yang baik.
  • Memberikan porsi cukup pada praktek (hands on learning) untuk memperkuat metode instruksional klasikal.
  • Memanfaatkan lingkungan-hidup secara maksimal sebagai salah satu medium belajar.
  • Menekankan pada partisipasi dan prestasi dalam kegiatan intern dan ekstern sekolah.
  • Membuat proses belajar-mengajar, yang selama ini cenderung beriorientasi guru (teacher-oriented), menjadi bersifat terarah-siswa (student-oriented). Guru lebih berfungsi sebagai fasilitator yang mengembangkan potensi yang telah tersedia dalam diri anak didik.
  • Mengembangkan lingkungan belajar-mengajar yang menyenangkan dan demokratis, yang dilambari kecintaan timbal-balik antara guru dan murid.
  • Meringkaskan, memadatkan dan, jika dirasa perlu, menambahkan materi kurikulum, demi mendapatkan masa belajar-mengajar yang lebih panjang serta efisien dan efektif.
  • Menekankan penguasaan materi bukan hanya secara kognitif (intelektual) dan afektif (emosional), melainkan juga psikomotorik (keterampilan), sikap dan prilaku lewat latihan-latihan sejak dini. Dalam hubungan ini, penilaian tidak semata-mata dilakukan melalui tes tertulis, melainkan dari penghayatan dan praktik.

 

  • Siswa didorong untuk menemukan sendiri agar, dengan demikian, ilmu lebih difahami, dihayati, dan lebih lestari tertanam. Hafalan tanpa pikir (rote memorization), kecuali untuk pelajaran-pelajaran atau topik-topik tertentu seperti aritmatika dan rumus-rumus tertentu, harus sejauh mungkin dihindarkan. Itu pun, sedapat mungkin diupayakan pengertiannya dan dengan mendasarkan pada prinsip “AMBAK” (“Apa Manfaatnya Bagiku”)

  • Siswa – sebenarnya juga guru dan orang tua -- terhindar dari stress akibat kebanyakan materi yang dijejalkan, apalagi jika tidak semua materi itu dibutuhkan atau diinginkan oleh  siswa. Kenyataannya, penjejalan materi hanya bermanfaat untuk mengejar nilai (ulangan atau ujian) sesaat dan selebihnya mudah dilupakan.
  • Guru punya cukup waktu untuk menyampaikan materi lewat proses KBM yang sesuai dengan prinsip-prinsip “ke-Lazuardi”an, termasuk penciptaan lingkungan yang menyenangkan dan mendukung proses belajar (brain based learning, penataan pentas dan penerapan teknik-teknik KBM yang efektif), demokratis, partisipatif, dan membangkitkan keyakinan-diri serta pemberian waktu cukup untuk melayani berbagai modalitas dan gaya belajar. (Penanaman pengetahuan dan wawasan yang amat terinci, dan keahlian-keahlian serta keterampilan-keterampilan yang amat teknis memang merupakan tugas pendidikan Universitas atau, paling-jauh, pra-Universitas). (ke atas)

Program Dwibahasa (Bilingual)

Mulai tahun pelajaran 2003/2004 sekolah berupaya menerapkan program dwibahasa (bilingual) yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan kesiapan siswa dan staf pengajar. Untuk memantapkan program dwi bahasa ini mulai tahun Pelajaran 2006-2007 Lazuardi menggunakan Kurikulum Cambridge (CIPP).  (ke atas)


Ekstrakurikular

Selain kegiatan kurikular, sekolah mengadakan kegiatan ekstrakurikular. Kegiatan ekstrakurikular yang sudah berjalan selama ini adalah Melukis, Menari, Bela diri Kungfu Wushu, Pencak Silat, Komputer. BTQ (Baca Tulis al-Quran), Basket, Taekwondo, Sepak bola, Renang, Drum Band.

Adapun kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dapat dilihat dengan mengklik di sini atau mengklik gambar disamping.


Club

Kegiatan klub dibentuk dengan tujuan mengembangkan bakat yang ada pada siswa-siswi tertentu sehingga mereka dapat menyalurkan bakat masing-masing secara maksimal dan berpartisipasi aktif mengikuti kompetisi-kompetisi baik lokal, nasional, maupun internasional.

Kegiatan klub yang diadakan diantaranya :

  • Bidang seni  : Band, Raio Sekolah
  • Bidang Keterampilan  : Science klub, Information Technology (IT) Club
  • Bidang Linguistik  : Creative Writing and Journalism, English Club (ke atas)

Junior Achievement (JA)

Junior Achievement (JA) adalah organisasi non-profit yang membantu generasi muda untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar ekonomi berdasarkan kehidupan nyata. Program ini menitik beratkan di keahlian kewirausahaan dan didukung oleh perusahaan-perusahaan baik lokal maupun internasional.

Siswa belajar konsep dasar dari bisnis dan ekonomi dan mempelajari bagaimana potensi diri dapat dikembangkan dalam dunia pekerjaan dan bisnis.

Program untuk Grade 1 sampai Grade 6 terdiri dari beberapa tema, masing-masing mewakili kelompok umur. Setiap tema dibagi menjadi beberapa aktivitas dan sesi yang akan dipandu oleh sukarelawan dari perusahaan. Di dalam setiap tema dilengkapi dengan buku untuk siswa, games, poster, panduan mengajar untuk guru, dan sertifikat.

Dalam program untuk grade 7 dan grade 8, siswa membuat kelompok dan membuat perusahaan sendiri, dengan merencanakan bisnis, mencari modal, merencanakan strategi pemasaran, sampai pembagian keuntungan.

Program program ini juga mencakup kunjungan siswa ke tempat-tempat usaha.

Lazuardi adalah sekolah kedua yang menerapkan Elementary program setelah sekolah Bina Persada. (ke atas)


Karyawisata

Karyawisata merupakan kegiatan rutin sekolah yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Dengan memanfaatkan bus sekolah, setiap kelas secara bergiliran mengunjungi berbagai objek dan lokasi yang berhubungan erat dengan tema pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, para siswa setidaknya didampingi oleh 2 guru pembimbing dan seorang satpam sekolah.

Kegiatan ini terasa lebih meriah dan menyenangkan berkat adanya partisipasi dan keikutsertaan orangtua siswa. (ke atas)


Waktu Sekolah

1. Waktu Belajar Siswa di Sekolah

Baik TK, SD, SMP maupun SMA Islam Lazuardi menetapkan waktu sekolah lima hari dalam satu  minggu. Sedangkan Pra-TK menggunakan waktu 3 hari dalam seminggu, dengan jadwal kepulangan sebagai berikut :

Pra TK  : 07.30 - 10.00 WIB
TK        : Senin - Jum'at : 07.30 - 11.00 WIB
SD         Senin - Selasa  : 07.30 - 13.35 WIB
             Rabu - Jum'at : 07.30 - 13.00 WIB
SMP       Senin - Jum'at : 07.30 - 15.00 WIB
  

2. Jam Kerja Karyawan (akademis & non-akademis)

Jam kerja karyawan Yayasan Lazuardi mulai pukul 7.00 dan berakhir pada pukul 16.00 setiap hari mulai Senin hingga Jumat. Kecuali jika ada kegiatan-kegiatan khusus, hari kerja adalah 5 hari dalam seminggu, yaitu Senin sampai Jumat. Untuk hari Sabtu beberapa karyawan di bagian umum, masuk kerja dengan sistem piket. (ke atas)


Pekerjaan Rumah (PR)

Baik di PRA-TK/TKIslam Kanita maupun di SD Islam Lazuardi, guru tidak didorong untuk memberi PR sebanyak-banyaknya. Namun jika diperlukan, anak-anak bisa diberi latihan tambahan untuk dikerjakan di rumah dalam jumlah yang secukupnya saja. Kadang-kadang guru juga memberikan tugas yang tidak membebani untuk dikerjakan di rumah. Misalnya; mewawancarai ibu, ayah atau mencari artikel/gambar di koran atau internet yang sesuai dengan tema pelajaran di sekolah.

Kebijakan pembatasan PR ini diambil demi membebani waktu lebih banyak bagi anak untuk bermain, bersosialisasi dengan lingkungan, menyalurkan hobbi, serta untuk berinteraksi secara leluasa dengan orangtua, dan beristirahat. Selain itu jam pelajaran di sekolah sudah dirancang lebih panjang jika dibanding jam pelajaran di sekolah-sekolah lain. (ke atas)


Penghargaan (Reward)

1. Star of the Week

    Merupakan penghargaan mingguan untuk siswa Pra Tk-TK

2. Student of the Month (Siswa Berprestasi Bulan Ini)

Untuk memacu semangat dan kemajuan siswa Pra-TK, TK, dan juga SD maka, pada minggu terakhir setiap bulan dibagikan piagam penghargaan Student of The Month bagi anak-anak yang mempunyai keunggulan dalam sikap dan perilaku serta prestasi mereka sehari-hari dalam bulan itu. Penghargaan yang diberikan berupa piagam yang menarik bagi para siswa. Dengan penghargaan tersebut diharapkan siswa akan termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi.

3. Family of the Month (Keluarga Pilihan)

Selain Student of the Month, diadakan juga pemberian penghargaan kepada keluarga-keluarga yang memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan anaknya di PRA-TK/TK”, sekali dalam sebulan.

4. Student of the Year

Di setiap akhir tahun pelajaran, diberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi baik dari segi akademik maupun perilaku. Penentuan Student of the Year ini berdasarkan pada kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pengamatan dilakukan selama satu tahun pelajaran baik oleh guru kelas maupun guru bidang studi.  (ke atas)

 


 

   

 

©2003 yayasan lazuardi hayati