Cambridge International Primary Program (CIPP)
Cambridge International Primary Programme (CIPP) adalah
suatu program internasional dibawah naungan University of
Cambridge International Examinations (CIE), United Kingdom.
CIE merupakan lembaga terbesar di dunia yang menawarkan
kualifikasi dan program internasional seperti GCE A Level,
IGCSE, GCE O Level, dan CIPP.
Program CIPP memberikan kerangka kurikulum dasar yang
meliputi 3 bidang studi utama yaitu, Bahasa Inggris,
Matematika, dan Sains.
Hal ini dilakukan dengan mengembangkan kurikulum dan
menyelenggarakan tes yang bersifat internasional untuk
mengukur keberhasilan penerapannya.
Program ini merupakan landasan untuk menuju jenjang
pendidikan internasional di level SMP dan SMA dalam bentuk
Cambridge Lower Secondary Programme, IGCSE
(International
General Certificate of Secondary Education),
GCE O Level (General Certificate of Education at
Ordinary Level), dan GCE A Level
(General Certificate of Education at Advanced
Level).
Sebagaimana sertifikat-sertifikat internasional lainnya
seperti Scholastic Aptitute Test (SAT),
sertifikat A Level diakui sebagai syarat masuk ke perguruan
tinggi, bukan hanya di Eropa, melainkan di seluruh dunia,
termasuk di Amerika Serikat dan negara-negara lain di Asia.
Bahkan di Indonesia, selain telah diuji-cobakan oleh
Depdiknas di beberapa SMA Negeri unggulan, juga telah
diadopsi oleh beberapa SMA internasional dan lokal unggulan.
Sertifikat ini diakui sebagai syarat masuk ke beberapa
perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia, seperti
Universitas Trisakti, Atmajaya, Universitas Pelita Harapan,
dan President University.
Penerapan CIPP di Lazuardi pada awalnya akan dimulai di
kelas 1 SD tahun ajaran 2007/2008.
Namun, berdasarkan beberapa masukan dari orang tua dan
pertimbangan oleh sekolah, maka CIPP juga akan di terapkan
di kelas 2 SD tahun ajaran 2007/2008. Sebagai tahap
pengembangannya pada tahun ajaran 2008/2009, CIPP
akan diterapkan secara intensif di kelas 1, 2, dan 3 SD
dan mulai diperkenalkan di kelas 4, 5, dan 6. Penerapan
program ini akan dilakukan secara paralel dengan penerapan
kurikulum Diknas Plus yang selama ini telah diterapkan--dan
tidak akan mengganggu pelaksanan kurikulum Lazuardi selama
ini, sehingga siswa dapat meraih baik Ijazah Ujian Nasional
(UN) maupun mampu menunjukkan prestasi belajar melalui
Progression dan Achievement Test CIPP. Progression Test bisa
di ikuti oleh siswa Lazuardi dari kelas berapa pun—meskipun
di kelas mereka belum menggunakan CIPP—dan merupakan pilihan
bagi orang tua sehingga biaya penyelenggaraannya akan
dibebankan kepada orang tua.
Nilai dari Achievement Test CIPP sangat berguna untuk
melanjutkan ke jenjang studi di Secondary Level
berkualifikasi IGCSE, dan/atau GCE O Level.
Ini berarti lulusan Lazuardi siap mengikuti program
sertifikasi masuk ke Universitas di berbagai belahan dunia.
Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan penerapan CIPP
adalah: siswa Lazuardi memiliki kompetensi di tiga bidang
studi (Bahasa Inggris, Matematika dan Sains) dalam kurikulum
internasional; memantapkan program bilingual yang tengah
berlangsung di Lazuardi dan memfokuskan Lazuardi sebagai
sekolah berwawasan internasional.
Program CIPP ini juga telah diadopsi oleh beberapa SD dan
SMP swasta internasional dan lokal di Indonesia termasuk
Singapore International School, ACG (New Zealand
International School), Sevilla, Universal, Central, dan
Taman Rama (Bali) dan Global Mandiri.
Karena CIPP memberlakukan persyaratan dan standar yang
ketat, maka kualitas pendidikan dan pengajaran yang
berlangsung—tidak hanya di kelas 1 dan 2 SD tahun pelajaran
2007/2008, tapi di semua kelas Lazuardi GIS—akan mengikuti
standar Cambridge. Untuk itu, pihak University of Cambridge
International Examinations akan melakukan supervisi secara
berkala di Lazuardi GIS.
Bagi orang tua yang ingin bertanya dan mengetahui informasi
tentang CIPP, silahkan menghubungi pusat Informasi sekolah
atau divisi International Programme Lazuardi.
Informasi juga bisa di lihat di website Lazuardi GIS. (ke
atas)
Proses
Belajar dan Mengajar
Proses
belajar dan mengajar yang diterapkan adalah :
- Memberi peluang
sebesar-besarnya bagi siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan
yang perlu diketahuinya. Kegiatan belajar mengajar berorientasi
pada proses (active learning). Hasil pembelajaran yang
ba
ik dipercayai akan merupakan hasil-alami dari suatu
proses pembelajaran yang baik.
- Memberikan porsi
cukup pada praktek (hands on learning) untuk memperkuat
metode instruksional klasikal.
- Memanfaatkan lingkungan-hidup
secara maksimal sebagai salah satu medium belajar.
- Menekankan pada
partisipasi dan prestasi dalam kegiatan intern dan ekstern
sekolah.
- Membuat proses
belajar-mengajar, yang selama ini cenderung beriorientasi
guru (teacher-oriented), menjadi bersifat terarah-siswa
(student-oriented). Guru lebih berfungsi sebagai fasilitator
yang mengembangkan potensi yang telah tersedia dalam diri
anak didik.
- Mengembangkan lingkungan
belajar-mengajar yang menyenangkan dan demokratis, yang
dilambari kecintaan timbal-balik antara guru dan murid.
- Meringkaskan, memadatkan
dan, jika dirasa perlu, menambahkan materi kurikulum,
demi mendapatkan masa belajar-mengajar yang lebih panjang
serta efisien dan efektif.
- Menekankan pengu
asaan
materi bukan hanya secara kognitif (intelektual) dan afektif
(emosional), melainkan juga psikomotorik (keterampilan),
sikap dan prilaku lewat latihan-latihan sejak dini. Dalam
hubungan ini, penilaian tidak semata-mata dilakukan melalui
tes tertulis, melainkan dari penghayatan dan praktik.
- Siswa didorong
untuk menemukan sendiri agar, dengan demikian, ilmu lebih
difahami, dihayati, dan lebih lestari tertanam. Hafalan
tanpa pikir (rote memorization), kecuali untuk pelajaran-pelajaran
atau topik-topik tertentu seperti aritmatika dan rumus-rumus
tertentu, harus sejauh mungkin dihindarkan. Itu pun, sedapat
mungkin diupayakan pengertiannya dan dengan mendasarkan
pada prinsip “AMBAK” (“Apa Manfaatnya
Bagiku”)
- Siswa –
sebenarnya juga guru dan orang tua -- terhindar dari stress
akibat kebanyakan materi yang dijejalkan, apalagi jika
tidak semua materi itu dibutuhkan atau diinginkan oleh siswa. Kenyataannya, penjejalan materi hanya bermanfaat
untuk mengejar nilai (ulangan atau ujian) sesaat dan selebihnya
mudah dilupakan.
- Guru punya cukup
waktu untuk menyampaikan materi lewat proses KBM yang
sesuai dengan prinsip-prinsip “ke-Lazuardi”an,
termasuk
penciptaan lingkungan yang menyenangkan dan mendukung
proses belajar (brain based learning, penataan pentas
dan penerapan teknik-teknik KBM yang efektif), demokratis,
partisipatif, dan membangkitkan keyakinan-diri serta pemberian
waktu cukup untuk melayani berbagai modalitas dan gaya
belajar. (Penanaman pengetahuan dan wawasan yang amat
terinci, dan keahlian-keahlian serta keterampilan-keterampilan
yang amat teknis memang merupakan tugas pendidikan Universitas
atau, paling-jauh, pra-Universitas). (ke
atas)
Program Dwibahasa
(Bilingual)
Mulai tahun pelajaran
2003/2004 sekolah berupaya menerapkan program dwibahasa
(bilingual) yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan
kesiapan siswa dan staf pengajar. Untuk memantapkan
program dwi bahasa ini mulai tahun Pelajaran 2006-2007
Lazuardi menggunakan Kurikulum Cambridge (CIPP).
(ke
atas)
Ekstrakurikular
Selain kegiatan
kurikular, sekolah mengadakan kegiatan e
kstrakurikular.
Kegiatan ekstrakurikular yang sudah berjalan selama ini
adalah Melukis, Menari, Bela diri Kungfu Wushu,
Pencak Silat, Komputer. BTQ (Baca Tulis al-Quran), Basket,
Taekwondo, Sepak bola, Renang, Drum Band.
Adapun
kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dapat dilihat dengan
mengklik di sini
atau mengklik gambar disamping.
Club
Kegiatan klub
dibentuk dengan tujuan mengembangkan bakat yang ada pada
siswa-siswi tertentu sehingga mereka dapat menyalurkan
bakat masing-masing secara maksimal dan berpartisipasi
aktif mengikuti kompetisi-kompetisi baik lokal, nasional,
maupun internasional.
Kegiatan klub yang
diadakan diantaranya :
- Bidang seni
: Band, Raio Sekolah
- Bidang
Keterampilan : Science klub, Information
Technology (IT) Club
- Bidang
Linguistik : Creative Writing and Journalism,
English Club
(ke atas)
Junior Achievement (JA)
Junior Achievement (JA) adalah organisasi non-profit yang
membantu generasi muda untuk mengetahui prinsip-prinsip
dasar ekonomi berdasarkan kehidupan nyata. Program ini
menitik beratkan di keahlian kewirausahaan dan didukung
oleh perusahaan-perusahaan baik lokal maupun internasional.
Siswa belajar konsep dasar dari bisnis dan ekonomi dan
mempelajari bagaimana potensi diri dapat dikembangkan
dalam dunia pekerjaan dan bisnis.
Program untuk Grade 1 sampai Grade 6 terdiri dari beberapa
tema, masing-masing mewakili kelompok umur. Setiap tema
dibagi menjadi beberapa aktivitas dan sesi yang akan
dipandu oleh sukarelawan dari perusahaan. Di dalam setiap
tema dilengkapi dengan buku untuk siswa, games, poster,
panduan mengajar untuk guru, dan sertifikat.
Dalam program untuk grade 7 dan grade 8, siswa membuat
kelompok dan membuat perusahaan sendiri, dengan
merencanakan bisnis, mencari modal, merencanakan strategi
pemasaran, sampai pembagian keuntungan.
Program program ini juga mencakup kunjungan siswa ke
tempat-tempat usaha.
Lazuardi adalah sekolah kedua yang menerapkan Elementary
program setelah sekolah Bina Persada.
(ke atas)
Karyawisata
Karyawisata
merupakan kegiatan rutin sekolah yang bertujuan untuk
memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Dengan memanfaatkan
bus sekolah, setiap kelas secara bergiliran mengunjungi
berbagai objek dan lokasi yang berhubungan erat dengan
tema pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, para siswa setidaknya
didampingi oleh 2 guru pembimbing dan seorang satpam sekolah.
Kegiatan ini terasa
lebih meriah dan menyenangkan berkat adanya partisipasi
dan keikutsertaan orangtua siswa. (ke
atas)
Waktu
Sekolah
1. Waktu
Belajar Siswa di Sekolah
Baik TK, SD, SMP
maupun SMA Islam Lazuardi menetapkan waktu sekolah lima hari
dalam satu minggu. Sedangkan Pra-TK menggunakan waktu 3 hari
dalam seminggu, dengan jadwal kepulangan sebagai berikut
:
Pra TK :
07.30 - 10.00 WIB
TK : Senin -
Jum'at : 07.30 - 11.00 WIB
SD Senin -
Selasa : 07.30 - 13.35 WIB
Rabu -
Jum'at : 07.30 - 13.00 WIB
SMP Senin - Jum'at :
07.30 - 15.00 WIB
2. Jam Kerja
Karyawan (akademis & non-akademis)
Jam kerja karyawan
Yayasan Lazuardi mulai pukul 7.00 dan berakhir pada pukul
16.00 setiap hari mulai Senin hingga Jumat. Kecuali jika
ada kegiatan-kegiatan khusus, hari kerja adalah 5 hari
dalam seminggu, yaitu Senin sampai Jumat. Untuk hari Sabtu
beberapa karyawan di bagian umum, masuk kerja dengan sistem
piket. (ke atas)
Pekerjaan
Rumah (PR)
Baik di PRA-TK/TKIslam
Kanita maupun di SD Islam Lazuardi, guru tidak didorong
untuk memberi PR sebanyak-banyaknya. Namun jika diperlukan,
anak-anak bisa diberi latihan tambahan untuk dikerjakan
di rumah dalam jumlah yang secukupnya saja. Kadang-kadang
guru juga memberikan tugas yang tidak membebani untuk
dikerjakan di rumah. Misalnya; mewawancarai ibu, ayah
atau mencari artikel/gambar di koran atau internet yang
sesuai dengan tema pelajaran di sekolah.
Kebijakan pembatasan
PR ini diambil demi membebani waktu lebih banyak bagi
anak untuk bermain, bersosialisasi dengan lingkungan,
menyalurkan hobbi, serta untuk berinteraksi secara leluasa
dengan orangtua, dan beristirahat. Selain itu jam pelajaran
di sekolah sudah dirancang lebih panjang jika dibanding
jam pelajaran di sekolah-sekolah lain.
(ke atas)
Penghargaan
(Reward)
1. Star of
the Week
Merupakan penghargaan mingguan untuk siswa Pra Tk-TK
2. Student
of the Month (Siswa Berprestasi Bulan Ini)
Untuk
memacu semangat dan kemajuan siswa Pra-TK, TK, dan juga
SD maka, pada minggu terakhir setiap bulan dibagikan piagam
penghargaan Student of The Month bagi anak-anak yang mempunyai
keunggulan dalam sikap dan perilaku serta prestasi mereka
sehari-hari dalam bulan itu. Penghargaan yang diberikan
berupa piagam yang menarik bagi para siswa. Dengan penghargaan
tersebut diharapkan siswa akan termotivasi untuk berbuat
lebih baik lagi.
3. Family
of the Month (Keluarga Pilihan)
Selain Student of
the Month, diadakan juga pemberian penghargaan kepada
keluarga-keluarga yang memberikan perhatian penuh terhadap
pendidikan anaknya di PRA-TK/TK”, sekali dalam sebulan.
4.
Student of
the Year
Di setiap akhir
tahun pelajaran, diberikan penghargaan bagi siswa yang
berprestasi baik dari segi akademik maupun perilaku.
Penentuan Student of the Year ini berdasarkan pada
kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pengamatan
dilakukan selama satu tahun pelajaran baik oleh guru kelas
maupun guru bidang studi. (ke atas)